|
Makan Besar, Predator! ≡
Posted on Kamis, 02 Januari 2014 at 04.44
Kalo kemaren udah kita bahas tentang acara yang
diselenggarakan anak akhwat, sekarang mari kita ketahui sedikit tentang
PREDATOR, sebuah acara makan besar yang diadakan oleh anak ikhwan Astonic. Acara ini diadakan setiap setelah ujian akhir
atau tengah semester. Sampai sekarang, Predator sendiri sudah lima kali
diadakan.
Predator selalu diadakan di malam hari, umumnya di atas jam
10. Biasanya, menu predator adalah mi instan yang dimasak dengan metode khas. Puluhan
bungkus mi instan dimasak di ember, lalu di-tumplek-kan
di atas papan tulis yang dilapisi plastik-plastk laundry (sudah disterilkan,
tentu). Setelah berdoa, kita seangkatan menyambar papan tulis penuh mie itu. Masaknya
pun membutuhkan cukup banyak orang. Namun, tidak semua predator sedemikian
rupa. Penasaran untuk menilik sejarah Predator? Check it out!
Predator pertama kali diadakan di sebuah kamar yang terletak
di salah satu pojok terjauh gedung I, yakni 308 I. Predator sebenarnya terbentuk secara nggak sengaja. Berawal dari
keisengan untuk makan mi bareng-bareng, dan ternyata pesertanya membludak
ratusan persen. Predator pertama ini belom bisa disebut acara angkatan, karena
baru beberapa puluh orang saja yang ikut. Selain itu, cara memasaknya masih belom
tersistem dan mi-nya masih campur-campur (karena pakai seadanya, tergantung
sumbangan orang yang dateng).
Predator yang kedua kembali diadakan di kamar 308 I. Predator yang sekarang bisa dibilang lebih
tersistem dengan ditemukannya metode memasak emberisme (metode memasak ini digunakan sampai predator yang
keempat). Mi yang dimasak pun lebih banyak. Namun, peserta kali ini tidak
sebanyak yang diharapkan. Mungkin karena diadakannya terlalu malam, sehingga
banyak manusia sudah tertidur.
Predator III bisa dibilang menjadi titik balik dari acara
ini. Jauh-jauh hari sebelumnya, poster acara tertempel di pintu living untuk
menarik perhatian massa. Pesertanya bertambah makin banyak, yakni seangkatan (cuma
dikit anak yang nggak ikut). Mi yang dimasak pun bertambah, jauh lebih banyak. Saking
banyaknya, sampai harus menggunakan papan tulis sebagai alasnya. Dapurnya kali
ini terletak di kamar 303 I, sedangkan eksekusinya di living room lantai 3.
Sampailah pada Predator ke-IV, predator terbesar dengan
jumlah mi paling banyak, 60 bungkus! Padahal jumlah anak angkatan cowok cuma
56. Predator IV ini sistemnya nggak jauh beda sama yang ke-III. Kita juga
kedatangan tamu spesial. Dia adalah Luthfi Naufan Yamin, ketua angkatan
Magnivic Alencearin pada saat itu.
Diurus oleh kepengurusan angkatan yang baru, Predator kelima
ini bisa dibilang “banting setir” karena berganti menu, yakni nasi goreng. Dipesankan
beberapa belas bungkus nasi goreng, lalu kita seangkatan makan bareng di living
room. Per bungkus dibagi untuk lima sampai enam orang.
Apa salahnya diadakan acara seperti Predator ini? Selain kenyang,
kita juga sekalian konsolidasi angkatan. Ya nggak, temen-temen? :D (mrm)
|
|
|
0 Comment:
Post a comment