|
Karnaval BINGO ≡
Posted on Rabu, 01 Januari 2014 at 02.52
Pagi
itu, 117 serdadu mungil terbangun dengan mata yang masih mengantungi beban
semalaman kemarin. Ada yang masih menyisakan serpihan biskuit di rambut, ada
yang bangun tidur langsung merangsek ke GSG dan bolak-balik nggak jelas , ada yang langsung cari martil. Wah, masih banyak lagi yang mereka lakukan.
Itulah kami, 117 anak Astonic yang
sedang menyiapkan acara perpisahan akbar untuk kelas 3 yang tinggal hitungan
jari lagi (bila alat ukurnya berupa bulan) sejak semalam suntuk. Meski
sebelumnya telah kena sembur oleh almukarom-almukaromah petinggi sekolah,
semangat kami pantang surut.
Acara perpisahan itu bernama Bingo,
sebuah ide kontroversial nan sederhana dari Naufal Wirasyawal Luneto (koord. acara)
yang berarti “Bombastonic Carnival, Given for Foranza”. Mengangkat tema
karnaval dan terpal besar yang mengelilingi, harapan kami adalah memberi kesan
mendalam di hati masing-masing kakak kelas 3.
Pagi itu juga setelah shalat subuh,
kami pergi ke GSG untuk membereskan persiapan terakhir berupa beberapa alat
yang belum sempat terpasang, beberapa dekorasi yang terlepas karena diterpa
angin, desain multimedia yang agak mencong,
serta apa-apa yang akan dilakukan saat penyambutan awal.
Agak shock, saat kami memperhatikan
penampilan masing-masing. Semuanya terlihat gemerlapan tanpa terkecuali! Dari
yang expensive abis sampe yang kere
abis (re: Cuma pake baju item panjang dan celana jeans serta penutup muka dari
kertas buatan sendiri). Overall, kami menyulap diri kami menjadi pemuda-pemudi
dimabuk halloween.
Faiz, Nafis, dan Taufik
The
game must go on. Kakak kelas 3 pun masuk ruangan GSG dengan pakaian yang
tak kalah menarik. Bahkan, yang gothic, sarkasme, sadis, empiris, realistis
(re: apa adanya), dan is-is lain menyatu disini.
Coba tebak, siapa ini?
Dibuka sama 3 anak boyband dibawah
naungan Alwan Abdillah, Bingo berjalan dengan gemerlapan. Beberapa anak Foranza
yang sebelumnya dicap sebagai anak biasa, tiba-tiba menampilkan sesuatu yang
tak terduga-duga seperti bernyanyi, dapet award, joged gila-gilaan dengan
backsound yang menggelitik perut, de-el-el. Begitu pula anak Astonic yang unjuk
gigi dalam bentuk musik dan unidentified
skill seperti Gilang Al Ghifari yang memainkan drum tak terlihat (re: lipsinc).
Penampilan boyband
Bingo
pun diakhiri dengan garden party dan foto bareng. Beberapa anak cowok Astonic
ada yang diajak foto bareng anak Foranza, terutama yang Sillnova (cewek)
(ahay). Sebut saja adik-kakak absen, hingga yang katanya benar-benar digemari
karena ketampanannya. Ada lah, beberapa orang, hehe...
Melepas balon-balon harapan saat garden party
Dengan Bingo ini, kami sempat
terjadi beberapa slack sepele,
seperti acaranya yang kurang memuaskan, dekornya yang boros, konsumnya
kebanyakan, atau apalah itu, sampai seseorang berdiri dan berkata, “Kalian
telah mengerjakan semuanya dengan memuaskan. Saya nggak ada penyesalan sama
sekali. Tidak ada yang salah. Saya bahkan terharu saat kalian menyusun dekorasi
bersama-sama saat malam harinya. Terima kasih semuanya.” Dialah M. Naufal
Wiratama Azhari, Ketua Acara kami.
Yaps, sebenarnya Bingo inilah sarana
kami dalam menyatukan angkatan kami yang sebelumnya terkesan masih memisahkan
diri. Disinilah kami belajar bahwa bekerja sendiri hanya akan mempercepat ajal
kami dalam kehidupan IC yang liar. Disinilah kami ditantang dan dipandang oleh
berbagai pihak dalam level yang nampaknya sederhana, tapi amat berharga bagi
kami: Angkatan.
“Acara insidental terbaik yang
pernah ada, 11-12 dengan Moment 13:44” -Foranza Sillnova
“Acara
Intern terbagus yang pernah gua alami di IC” –Risky NF
“Jamiil!” -Manduh
(el) |
|
|
2 Comment:
manduh-___-
G.O.O.D J.O.B :)
Post a comment